Selasa, 11 Oktober 2016
pengantar teknologi sistem cerdas
Sistem cerdas adalah sistem yang dapat mengadopsi sebagaian kecil dari tingkat kecerdasan manusia untuk berinteraksi dengan keadaan eksternal suatu sistem. Sebagian kecil dari tingkat kecerdasan itu antara lain: kemampuan untuk dilatih, mengingat kembali kondisi yang pernah dialami, mengolah data-data untuk memberikan aksi yang tepat sesuai yang telah diajarkan, dan kemampuan menyerap kepakaran seorang ahli melalui perintah yang dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu.
Kecerdasan Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.
Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Obyek/Muka, bermain sepak bola.
Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.
Secara garis besar, AI terbagi ke dalam dua paham pemikiran yaitu AI Konvensional dan Kecerdasan Komputasional (CI, Computational Intelligence). AI konvensional kebanyakan melibatkan metode-metode yang sekarang diklasifiksikan sebagai pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan analisis statistik. Dikenal juga sebagai AI simbolis, AI logis, AI murni dan AI cara lama (GOFAI, Good Old Fashioned Artificial Intelligence). Metoda-metodenya meliputi:
Sistem pakar: menerapkan kapabilitas pertimbangan untuk mencapai kesimpulan. Sebuah sistem pakar dapat memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pada informasi-informasi tersebut.
Petimbangan berdasar kasus
Jaringan Bayesian
AI berdasar tingkah laku: metode modular pada pembentukan sistem AI secara manual
Kecerdasan komputasional melibatkan pengembangan atau pembelajaran iteratif (misalnya penalaan parameter seperti dalam sistem koneksionis. Pembelajaran ini berdasarkan pada data empiris dan diasosiasikan dengan AI non-simbolis, AI yang tak teratur dan perhitungan lunak. Metoda-metode pokoknya meliputi:
Jaringan Syaraf: sistem dengan kemampuan pengenalan pola yang sangat kuat
Sistem Fuzzy: teknik-teknik untuk pertimbangan di bawah ketidakpastian, telah digunakan secara meluas dalam industri modern dan sistem kendali produk konsumen.
Komputasi Evolusioner: menerapkan konsep-konsep yang terinspirasi secara biologis seperti populasi, mutasi dan “survival of the fittest” untuk menghasilkan pemecahan masalah yang lebih baik.
Metoda-metode ini terutama dibagi menjadi algoritma evolusioner (misalnya algoritma genetik) dan kecerdasan berkelompok (misalnya algoritma semut)
Dengan sistem cerdas hibrid, percobaan-percobaan dibuat untuk menggabungkan kedua kelompok ini. Aturan inferensi pakar dapat dibangkitkan melalui jaringan syaraf atau aturan produksi dari pembelajaran statistik seperti dalam ACT-R. Sebuah pendekatan baru yang menjanjikan disebutkan bahwa penguatan kecerdasan mencoba untuk mencapai kecerdasan buatan dalam proses pengembangan evolusioner sebagai efek samping dari penguatan kecerdasan manusia melalui teknologi.
SISTEM CERDAS BERBASIS PENGETAHUAN
Sistem cerdas berbasis pengetahuan adalah sistem yang memiliki kemampuan menyerap kepakaran seorang ahli. Sistem ini ditunjukkan pada Gambar 2.1 memiliki sebuah blok utama berupa basis pengetahuan yang berisi informasi kepakaran. Informasi kepakaran dijabarkan algoritma cerdas, dan komponen prakondisi isyarat yang mengatur kerja sensor-sensor. Algoritma cerdas inilah yang memutuskan aksi-aksi yang tepat untuk setiap keadaan/status sistem.
Contoh kepakaran yang bisa disimpan oleh sistem ini antara lain adalah kepakaran untuk menghindari rintangan-rintangan, kepakaran untuk menginjeksi pupuk dengan takaran yang tepat , memisahkan obyek-obyek sesuai dengan klasifikasi tertentu , atau kepakaran untuk mengenal dengan baik kondisi obyek hasil pertanian yang hendak dipanen . Kepakaran ini tentunya harus didukung oleh sensor dengan presisi yang memadai.
SISTEM LOGIKA SAMAR (FUZZY LOGIC SYSTEM)
Sistem logika samar adalah sistem yang mengadopsi strategi kendali dengan logika inferensi samar. Logika inferensi (penyimpulan) samar ini mengolah data-data eksternal dengan menggunakan fungsi-fungsi keangotaaan yang bersifat samar.
Sistem logika samar secara luas telah digunakan dalam aplikasi mekatronika dalam bidang pertanian seperti untuk mendeteksi kadar nitrogen hasil bumi menggunakan sensor multi-spectra. Selain itu sistem ini secara efektif juga bisa digunakan untuk mengendalikan robot bergerak .
SISTEM BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN (ARTIFICIAL NEURAL NETWORK)
Jaringan syaraf tiruan terinspirasi dari sistem pengorganisasian otak manusia yang terdiri dari beratus milyar sel syaraf dengan tipe yang bervariasi. Neuron adalah sel syaraf khusus yang menghantarkan isyarat elektris. Sekitar 10% dari keseluruhan sel adalah neuron, atau ada sekitar 10 milyar neuron di dalam otak manusia. Setiap neuron berinteraksi dengan neuron yang lain melalui kontak yang disebut sinapsis. Rata-rata setiap neuron menerima isyarat dari sekian ribu sinapsis. Jadi otak dibangun dari jaringan neuron dalam jumlah sangat besar. jaringan dengan syaraf tiruan (berstruktur multilapisan) dengan sejumlah neuron yang dihubungkan oleh sinaptik-sinaptik. Perbesaran dari jaringan memperlihatkan dua buah neuron yang dihubungkan oleh sebuah sinaptik. Neuron melakukan dua buah operasi yaitu operasi penjumlahan isyarat-isyarat sinaptik terboboti dan operasi aktivasi non-linear. Sinaptik mengirimkan isyarat dari satu neuron ke neuron berikutnya dengan bobot sebesar wij yang dapat diatur melalui prosedur pelatihan
Bagian Utama Aplikasi AI
Basis Pengetahuan (Knowledge Base) :
berisi fakta fakta, teori, pemikiran dan hubungan antara satu dengan lainnya.
Mesin Inferensi (Inference Engine) :
kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman.
Beda Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Alami
Kelebihan kecerdasan buatan :
Bersifat permanen.
Kecerdasan alami bisa berubah karena sifat manusia pelupa. Kecerdasan buatan tidak berubah selama sistem komputer & program tidak mengubahnya.
Lebih mudah diduplikasi & disebarkan.
Mentransfer pengetahuan antar manusia membutuhkan proses yang lama & keahlian tidak akan pernah dapat diduplikasi dengan lengkap. Jika ilmu pengetahuan terdapat pada sebuah sistem komputer, maka ilmu pengetahuan itu mendapat keamanan dari komputer itu dan dapat akan dipindahkan dengan mudah ke satu komputer ke komputer yang lainnya.
Lebih murah.
Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah & murah dibandingkan mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
Konsisten dan teliti
Kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah
Dapat didokumentasi.
Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasi dengan mudah dengan melacak aktivitas sistem. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
Dapat mengerjakan beberapa task lebih cepat dan lebih baik dibanding manusia
Kelebihan kecerdasan alami :
Kreatif
Manusia memiliki kemampuan untuk menambah pengetahuan, sedangkan pada kecerdasan buatan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun.
Memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman atau pembelajaran secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus mendapat masukan berupa input-input simbolik.
Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas.
Refrensi :
1.http://denissopyan2004.blogspot.co.id/2008/11/21-sistem-cerdas-berbasis- pengetahuan.html
2.https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan
3. http://www.pendidikanmu.com/2015/04/pengertian-kecerdasan-buatan-menurut-para-ahli.html
Senin, 20 Juni 2016
ANALISA JURNAL ITIL
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) adalah
kumpulan-kumpulan infrastruktur yang di kembangkan oleh pemerintah Inggris
karena adanya penemuan sistem mainframe meraka dapat mendukung pada lokasi
berbeda di negaranya sehingga
menghasilkan performa yang sangat baik.
ITIL ini di kembangkan pada tahun 80-an oleh central computing and telekomunications agency (CCTA) dan meluas pada tahun 90-an. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC). Tujuan ITIL adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi.
Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah best practice famework yang mampu meningkatkan layanan atau computing service didalam sektor Teknologi Informasi. Dimana ITIL framework ini dikembangkan oleh British Central Computer & Telecommunications Agency, yang juga bergabung dengan UK Office of Government Commerce (OGC) pada tahun 2001 Zegers,2006; Wegmann, 2008
Berikut adalah
penjelasan mengenai ITIL process
schematic :
1. Service Strategy (SS)
Pada gambar
diatas, menunjukan bahwa service strategy diletakan dipusat dari modul lainnya,
yang mana ini berarti bahwa service strategy memberikan praktek dan teknik,
serta arahan dalam hal bagaimana untuk merancang, mengembangkan, dan
mengimplementasi service management dari perspektif kemampuan organisasi dan
aset strategik
2. Service Design (SD)
Memberikan arahan untuk merancang
dan mengembangkan layanan serta proses layanan tersebut. Yang meliputi prinsip
rancangan dan metode untuk merubah tujuan strategik ke dalam portofolio layanan dan aset layanan.
3. Service Transition (ST)
Mengarahkan dalam hal
pengembangan dan perbaikan atau peningkatan kemampuan dalam masa transisi
layanan yang baru dan berubah menjadi operasi.
4. Service Operation (SO)
Mewujudkan praktek didalam
pengelolaan Service Operation. Termasuk mengarahkan dalam mencapai efektifitas
dan efisiensi dalam menyampaikan dan
mendukung layanan supaya memastikan agar nilai kepada pelanggan dan kepada
pemberi layanan
5. Continual Service
Improvement (CSI)
Meliputi instrumental arahan
dalam membuat dan mengelola nilai kepada pelanggan melalui rancangan yang lebih
baik, praktikan dan metode dari pengelolaan kualitas, pengelolaan perubahan,
dan perbaikan kemampuan.
Sumber Referensi :
Jumat, 22 April 2016
KELOMPOK 5
Request Fulfillment
(Permintaan pemenuhan)
Tujuan: ITIL Request Fulfillment bertujuan untuk memenuhi Permintaan Service, yang dalam
banyak kasus adalah ringan (standar) Perubahan (misalnya permintaan untuk
mengubah password) atau permintaan informasi.
Deskripsi : Permintaan Pemenuhan ditambahkan sebagai proses baru untuk ITIL
V3 dengan tujuan untuk memiliki proses yang berdedikasi berurusan dengan Permintaan Layanan .
Hal ini
didorong oleh perbedaan yang jelas dalam ITIL V3 antara Insiden (Layanan
Interupsi) dan Permintaan Layanan (permintaan
standar dari pengguna, misalnya reset password).
Dalam ITIL 2011, Permintaan
Pemenuhan telah sepenuhnya direvisi.
Untuk mencerminkan Permintaan bimbingan
terbaru Pemenuhan sekarang terdiri dari lima sub-proses , untuk memberikan
penjelasan rinci tentang semua kegiatan dan poin keputusan.
Permintaan Pemenuhan sekarang berisi interface
·
dengan Manajemen Insiden - jika Permintaan Layanan ternyata
menjadi Insiden dan
·
dengan Layanan Transisi - jika memenuhi Layanan Permintaan
membutuhkan keterlibatan Manajemen Perubahan. Gambaran proses ITIL Permintaan Pemenuhan menunjukkan
antarmuka yang paling penting (lihat Gambar 1).
Penjelasan lebih jelas dari informasi yang
menggambarkan Permintaan Layanan dan siklus hidupnya
telah ditambahkan.
Konsep Permintaan Layanan Model dijelaskan secara
lebih rinci.
Sub-Proses
Ini adalah ITIL Permintaan Pemenuhan sub-proses
dan tujuan proses mereka:
Dukungan Pemenuhan permintaan
·
Proses Tujuan: Untuk memberikan dan menjaga alat-alat, proses,
keterampilan dan aturan untuk penanganan yang efektif dan efisien Permintaan Layanan .
Permintaan Logging dan Kategorisasi
·
Proses Tujuan: Untuk merekam dan mengkategorikan Permintaan
Layanan dengan ketekunan yang sesuai dan memeriksa otorisasi pemohon untuk
mengajukan permintaan, dalam rangka memfasilitasi pengolahan cepat dan efektif.
Permintaan Model Eksekusi
·
Proses Tujuan: Untuk memproses Permintaan Layanan dalam jadwal
waktu yang disepakati.
Permintaan Monitoring dan Eskalasi
·
Proses Tujuan: Untuk terus memantau status pengolahan Permintaan
Layanan yang luar biasa, sehingga langkah-langkah balasan dapat diperkenalkan
sesegera mungkin jika tingkat pelayanan cenderung dilanggar.
Permintaan Penutupan dan Evaluasi
·
Proses Tujuan: menyampaikan Permintaan Rekam untuk kontrol kualitas
akhir sebelum ditutup. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Permintaan
Layanan sebenarnya diproses dan bahwa semua informasi yang diperlukan untuk
menggambarkan siklus hidup permintaan ini diberikan secara cukup rinci. Selain
ini, temuan dari pengolahan permintaan harus dicatat untuk penggunaan masa
depan.
definisi
Berikut hal ITIL dan akronim (informasi objek) yang
digunakan dalam proses Pemenuhan Permintaan untuk mewakili output proses dan
masukan:
Permintaan Layanan (Request for service)
·
Sebuah permintaan resmi dari pengguna untuk sesuatu yang akan
diberikan - misalnya, permintaan untuk informasi atau saran; untuk
me-reset password; atau untuk menginstal workstation untuk pengguna baru. Rincian
dari Permintaan Layanan dicatat oleh Permintaan Pemenuhan dalam Permintaan Layanan Rekam .
Permintaan Layanan Model (service request
model)
·
A (Service) Permintaan Model mendefinisikan langkah-langkah
spesifik yang disepakati yang akan diikuti untuk Permintaan Layanan dari jenis tertentu
(atau kategori).
Permintaan Layanan Rekam ( service request
record )
·
Sebuah catatan yang berisi semua rincian dari Permintaan
Layanan. Permintaan layanan adalah permintaan resmi dari pengguna untuk
sesuatu yang akan diberikan - misalnya, permintaan untuk informasi atau saran; untuk
me-reset password; atau untuk menginstal workstation untuk pengguna baru.
Layanan Informasi Permintaan Status ( service
request status information)
·
Sebuah pesan yang berisi status sekarang dari Permintaan Layanan dikirim ke pengguna
yang sebelumnya dilaporkan meminta layanan. informasi status biasanya
disediakan untuk pengguna pada berbagai titik selama siklus hidup Permintaan
Layanan ini.
peran | tanggung jawab
Insiden Manager - Proses Owner
·
Insiden Manager bertanggung jawab untuk pelaksanaan yang efektif
dari proses Manajemen Insiden dan melaksanakan pelaporan masing-masing. Dia
merupakan tahap pertama dari eskalasi untuk Insiden, harus ini tidak diatasi
dalam Tingkat Layanan yang disepakati.
Tingkat 1
·
Tanggung jawab 1 Tingkat Dukungan untuk mendaftar dan
mengklasifikasikan Insiden diterima dan untuk melakukan upaya segera untuk
memulihkan layanan TI gagal secepat mungkin. Jika tidak ada solusi ad-hoc
dapat dicapai, Tingkat 1 Dukungan akan mentransfer Insiden kelompok dukungan
ahli teknis ( 2 Tingkat Dukungan ). Tingkat 1 Dukungan juga proses Permintaan Layanan dan membuat pengguna
informasi mengenai status Insiden mereka pada interval disepakati.
Layanan Permintaan Pemenuhan Grup ( request
fulfilment group)
·
Layanan Permintaan Pemenuhan Grup mengkhususkan diri pada
pemenuhan jenis tertentu Permintaan layanan . Biasanya,
Tingkat 1 Dukungan akan memproses permintaan sederhana, sementara yang lain
diteruskan ke Pemenuhan Grup khusus.
|
Tanggung jawab Matrix: ITIL Permintaan
Pemenuhan
|
|||
|
ITIL Peran / Sub-Proses
|
|||
|
SEBUAH
|
R
|
-
|
|
|
SEBUAH
|
R
|
R
|
|
|
AR
|
R
|
-
|
|
|
SEBUAH
|
R
|
-
|
|
Keterangan
[1] A: Akuntabel menurut
Model RACI: Mereka yang akhirnya bertanggung jawab untuk penyelesaian yang
benar dan menyeluruh dari proses Pemenuhan Permintaan.
[2] R: Bertanggung jawab sesuai
dengan Model RACI: Orang-orang yang melakukan pekerjaan untuk mencapai suatu
tugas dalam Permintaan Pemenuhan.
REFRENSI
:
http://wiki.en.it-processmaps.com/index.php/Request_Fulfilment
Incident
Management
Incident
Management adalah salah satu proses dalam ITIL. Biasanya proses ini adalah
salah satu proses yang diterapkan pertama kali saat implementasi ITIL.
Mengapa? Karena proses ini berhadapan langsung dengan customer/user,
sehingga sangat mempengaruhi persepsi customer terhadap Service Provider.

Dengan menjaga ekspektasi
customer sesuai dengan level yang sudah disepakati, maka tingkat kepuasan
customer akan tetap terjaga dan memudahkan customer dalam mencapai tujuan
bisnisnya.
Incident Management bertanggung jawab untuk mengembalikan
“normal service operation” secepat mungkin untuk meminimalkan dampak terhadap
bisnis dan memastikan kualitas dan availability dari service level sebaik
mungkin.
Yang dimaksud dengan Normal Service Operation adalah service
level yang diharapkan oleh bisnis seperti yang didefinisikan dan disepakati
dalam Service Level Agreement (SLA).
Scope dari Incident Management: setiap kejadian yang (dapat)
menyebabkan gangguan terhadap service, penurunan kualitas service, atau
gangguan terhadap infrastructure walaupun tidak berdampak terhadap service yang
diterima customer. Kejadian ini bisa dilaporkan langsung oleh user, staf
teknikal, atau melalui interface dari Event Management.
Incident adalah
§
Gangguan yang tidak direncanakan terhadap IT service
§
Penurunan kualitas dari IT service
§
kegagalan terhadap salah satu Configuration Item (CI) yang tidak
berdampak terhadap IT service
PROBLEM
MANAGEMENT
(Pengelolaan Masalah)
Pengelolaan Masalah adalah proses bertanggung
jawab untuk mengelola siklus hidup dari semua masalah. Tujuan
utama dari manajemen masalah yang mencegah masalah dan insiden yang
mengakibatkan terjadi, untuk menghilangkan insiden berulang, dan untuk
meminimalkan dampak dari insiden yang tidak dapat dicegah. The Teknologi
Informasi Infrastructure Library mendefinisikan masalah
sebagai penyebab satu atau lebih insiden
Jangkauan pengelolah masalah atau managemet
problrem
Pengelolaan
Masalah mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk mendiagnosa akar penyebab insiden
diidentifikasi melalui Manajemen Insiden proses,
dan untuk menentukan resolusi untuk masalah tersebut.Hal ini juga bertanggung
jawab untuk memastikan bahwa resolusi ini dilaksanakan melalui prosedur kontrol
yang tepat, terutama Manajemen
Perubahan dan Manajemen Pers .
Pengelolaan
Masalah juga akan menjaga informasi tentang masalah dan workarounds yang tepat
dan resolusi, sehingga organisasi mampu mengurangi jumlah dan dampak insiden
dari waktu ke waktu. Dalam
hal ini, Pengelolaan Masalah memiliki antarmuka yang kuat denganManajemen Pengetahuan , dan
alat-alat seperti Kesalahan
database Disebut akan digunakan untuk keduanya. Meskipun Manajemen Insiden dan
Pengelolaan Masalah adalah proses yang terpisah, mereka erat terkait dan
biasanya akan menggunakan alat yang sama, dan dapat menggunakan sejenis
kategorisasi, dampak dan prioritas coding sistem.Ini akan memastikan
komunikasi yang efektif ketika berhadapan dengan insiden terkait dan masalah.
Value to
business (keuntungan di dalam bisnis)
Masalah Manajemen bekerja sama dengan Manajemen Insiden dan Manajemen
Perubahan untuk memastikan bahwa ketersediaan layanan IT dan kualitas meningkat. Ketika
insiden diselesaikan, informasi tentang resolusi dicatat. Seiring
waktu, informasi ini digunakan untuk mempercepat waktu penyelesaian dan
mengidentifikasi solusi permanen, mengurangi jumlah dan resolusi waktu insiden. Hal
ini menyebabkan downtime kurang dan kurang gangguan sistem bisnis penting.
Kegiatan proses, metode dan teknik
Pengelolaan Masalah terdiri dari dua proses
utama:
·
Manajemen Masalah proaktif yang dimulai pada Layanan Operasi ,
tetapi umumnya didorong sebagai bagian dari peningkatan pelayanan terus-menerus
(CSI) .
Deteksi masalah
·
Kecurigaan atau deteksi penyebab satu atau lebih insiden oleh Desk Service , menghasilkan Soal Rekam dibesarkan - Service Deskmungkin telah diselesaikan insiden
tersebut namun belum menentukan penyebab pasti dan mencurigai bahwa kemungkinan
untuk kambuh.
·
Analisis insiden oleh kelompok dukungan teknis yang
mengungkapkan bahwa masalah mendasar ada, atau mungkin ada.
·
Otomatis deteksi infrastruktur atau aplikasi kesalahan,
menggunakan alat event / peringatan otomatis menaikkan insiden yang dapat
mengungkapkan kebutuhan untuk Masalah Rekam .
·
Sebuah pemberitahuan dari pemasok atau kontraktor bahwa ada
masalah yang harus diselesaikan.
·
Analisis insiden sebagai bagian dari proaktif Manajemen Soal:
menonton-buletin, rilis, makalah yang relevan
Problem
logging
Semua rincian yang relevan dari masalah harus
dicatat sehingga catatan sejarah penuh ada. Ini harus menjadi tanggal dan
waktu dicap untuk memungkinkan kontrol yang sesuai dan eskalasi. Sebuah
referensi silang harus dilakukan untuk insiden (s) yang memprakarsai
"Masalah Record":
·
rincian layanan
·
rincian peralatan
·
Tanggal / waktu awalnya login
·
Prioritas dan kategorisasi rincian
·
deskripsi insiden
·
Rincian untuk semua tindakan pemulihan diagnostik atau dicoba
diambil.
Problem
Prioritization ( Masalah prioritas)
Masalah dapat dikategorikan menurut tingkat
keparahan dan prioritas mereka dalam cara yang sama seperti insiden untuk
memfasilitasi pelacakan mereka, mengambil dampak dari insiden terkait dan
frekuensi mereka kejadian ke rekening. Dari sudut pandang infrastruktur
pandang satu mungkin bertanya:
·
Dapat sistem dipulihkan, atau tidak perlu diganti?
·
Berapa biayanya?
·
Berapa banyak orang akan diminta untuk memperbaiki masalah?
·
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki masalah?
·
Berapa banyak sumber daya tambahan akan terlibat?
·
Apa dampak dari tidak menyelesaikan masalah?
Masalah
penyelidikan dan diagnosis
Hasil investigasi untuk masalah akan menjadi
akar penyebab diagnosis atau laporan RCA. Resolusi itu harus merupakan
penjumlahan dari tingkat yang tepat dari sumber daya dan keterampilan yang
digunakan untuk menemukannya. Ada beberapa teknik pemecahan masalah yang
berguna yang dapat digunakan untuk membantu diagnosis dan masalah diselesaikan.
·
CMS harus digunakan untuk membantu menentukan tingkat dampak
dan untuk membantu dalam penentuan titik kegagalan.
·
The Disebut Kesalahan database atau KEDB
harus diakses dan diperiksa untuk mengetahui apakah masalah telah terjadi di
masa lalu, jika demikian resolusi harus sudah di tempat.
·
Analisis Kronologis, peristiwa yang dipicu masalah akan
diperiksa dalam urutan kronologis untuk memiliki waktu peristiwa. Tujuannya
adalah untuk melihat acara memicu acara berikutnya dan seterusnya, atau untuk
menyingkirkan beberapa peristiwa mungkin.
The Pain Analisis Nilai berisi
pandangan yang lebih luas dari dampak insiden atau masalah pada bisnis. Daripada
menganalisa jumlah insiden / masalah dari jenis tertentu dalam interval waktu
tertentu, teknik ini fokus pada analisis mendalam dari apa yang tingkat rasa
sakit telah menyebabkan bisnis dengan insiden / masalah. Sebuah formula
untuk menghitung tingkat rasa sakit harus memperhitungkan:
·
jumlah orang yang terkena dampak
·
durasi downtime yang disebabkan
·
biaya untuk bisnis
The Kepner dan Tregoe metode
yang digunakan untuk menyelidiki masalah yang lebih dalam-berakar. Mereka
didefinisikan tahapan sebagai berikut:
·
mendefinisikan masalah
·
menjelaskan masalah dalam hal identitas, lokasi, waktu (durasi)
dan ukuran (dampak)
·
mendirikan kemungkinan penyebab
·
menguji penyebab paling mungkin
·
memverifikasi penyebab sebenarnya
Analisis Pareto atau grafik Pareto adalah teknik untuk
memisahkan potensi penyebab penting dari masalah sepele. Langkah-langkah
berikut harus diambil:
1.
Membentuk tabel daftar penyebab dan frekuensi mereka sebagai
persentase
2.
Mengatur baris dalam urutan menurun dari pentingnya penyebab
(penyebab paling penting pertama)
3.
Menambahkan persentase kolom kumulatif ke meja
4.
Buat bar chart dengan penyebab, agar persentase mereka total
5.
Menarik garis di 80% pada sumbu Y, kemudian turun garis pada
titik persimpangan dengan X-axis. Dari grafik Anda dapat melihat penyebab
utama untuk kegagalan jaringan. Ini harus ditargetkan pertama.
|
kegagalan jaringan
|
|||
|
Penyebab
|
Persentase dari total
|
perhitungan%
|
Kumulatif
|
|
network controller
|
35
|
0 + 35%
|
35
|
|
file korupsi
|
26
|
35% + 26%
|
61
|
|
Server OS
|
6
|
61% + 6%
|
67%
|
Known
Error Record
Setelah
penyelidikan selesai dan solusi (atau bahkan solusi permanen) telah ditemukan,
sebuah Disebut Kesalahan Rekam harus diangkat dan ditempatkan di Kesalahan
database Dikenal untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah lebih lanjut
yang sama. Tujuan
utama adalah untuk mengembalikan layanan yang terkena secepat mungkin dengan
dampak minimal pada bisnis.
Sebuah
praktek yang baik akan meningkatkan Kesalahan Disebut Rekam lebih awal dalam
penyelidikan - hanya untuk tujuan informasi
Major
Problem Review (Mayor Soal Ulasan)
Sebuah praktek yang baik adalah memiliki
review untuk semua masalah utama. review harus memeriksa:
·
Langkah-langkah yang benar diambil
·
Masalah yang dihadapi selama pelaksanaan dari solusi
·
Kebutuhan untuk meningkatkan
·
Mencegah terulangnya insiden serupa lanjut
·
Pihak Ketiga / vendor / pemasok yang terlibat dalam pelaksanaan
Pengetahuan dipelajari dari tinjauan harus
dimasukkan ke dalam review layanan dengan pelanggan bisnis untuk memastikan
bahwa pelanggan menyadari tindakan yang diambil dan rencana untuk mencegah
insiden serupa di masa depan dari occurring.This membantu untuk meningkatkan
kepuasan pelanggan dan menjamin bisnis yang layanan Operasi adalah penanganan
insiden besar bertanggung jawab dan aktif bekerja untuk mencegah terulangnya
masa depan mereka.
IT Operations Management
Deskripsi
Manajemen
Operasi IT merupakan bagian dari Manajemen Infrastruktur TIK di ITIL V2, di mana
beberapa aspek operasional dijelaskan secara lebih rinci seperti dalam buku
ITIL V3 baru.
Antarmuka
antara IT Manajemen Operasi dan proses ITIL lainnya disesuaikan untuk
mencerminkan struktur proses V3 ITIL baru.
Tidak ada sub-proses yang ditentukan untuk Operasi IT Management.
Peran ITIL
IT Operations Manager -
Proses Owner
Sebuah
Operations Manager IT akan diperlukan untuk mengambil tanggung jawab
keseluruhan untuk semua kegiatan Manajemen Operasi TI. Dia akan memastikan bahwa
semua kegiatan operasional sehari-hari dilakukan dengan cara yang tepat dan
dapat diandalkan
KElOMPOK 5 :
HADI CAHYA
LUCKY I
BAYU HARI
TRI PRAMUDITA
AHMADZULFIKAR
Langganan:
Komentar (Atom)

